Rabu, 15 Desember 2010

Pendekatan Sistem

4.1. Pendekatan Sistem
-       Pemahaman dasar pemecahan masalah dan pembuatan keputusan
-       Tahapan pemecahan masalah dengan menggunakan pendekatan sistem
-       Faktor manusia yang mempengaruhi pemecahan masalah

·        Pembuatan Keputusan dan Pemecahan Masalah
Manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah.Keputusan adalah seleksi dari strategi atau tindakan.Pembuat keputusan adalah tindakan yang diyakini oleh pembuat keputusan akan memberikan pemecahan yang terbaik terhadap masalah.Salah satu kunci untuk memecahkan masalah adalah pengidentifikasian pilihan atau alternatif keputusan.

·        Elemen dalam proses pemecahan masalah

Elemen pemecahan masalah yaitu manajer,standart dan informasi adalah juga merupakan elemen sistem konsep dari model sistem umum.Pada kenyataannya mereka ini adalah elemen yang dapat memecahkan masalah.Oleh karena itu sistem konsep adalah sistem pemecahan masalah.

·        Faktor manusia yang mampengaruhi pemecahan masalah

Tiap manajer mempunyai cara pemecahan masalah yang berbeda.Tiga Dimensi dari cara (style) itu dapat untuk mengklarifikasikan manajer menurut perbedaan perorangannya.Dimensi ini mempunyai kaitan dengan penangkapan masalah,pengumpulan informasi dan penggunaan informasi.

Model Sistem Umum Perusahaan

3.1. Model Sistem Umum Perusahaan
-       Pengertian model
-       Konsep dasar model sistem umum perusahaan
-       Penggunaan model sistem umum

·        Model
Model merupakan alat yang terkenal dalam bisnis.Pembuatan model selalu merupakan alat pemecahan masalah yang penting namun hanya akhir-akhir ini ia diperlihatkan oleh para penulis buku bisnis.

·        Model umum
Model umum mempunyai kelebihan dapat diterapkan secara luas.Kekurangannya adalah bahwa ia hanya memberikan perkiraan kasar.Keadaannya akan berlawanan dengan model khusus.

·        Model Sistem Umum
Wahana yang kita gunakan adalah model system perusahaan.Ia merupakan diagram grafik yang disertai dengan uraian yang menjelaskan semua organisai dalam cara yang umum dengan menggunakan kerangka system



E-commerce

Bab 2 E-commerce
e-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
7. Mempermudah kegiatan perdagangan
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
* E-mail dan Messaging
* Content Management Systems
* Dokumen, spreadsheet, database
* Akunting dan sistem keuangan
* Informasi pengiriman dan pemesanan
* Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
* Sistem pembayaran domestik dan internasional
* Newsgroup
* On-line Shopping
* Conferencing
* Online Banking

PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI

1.      PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI

1.1. Pentingnya Manajemen Informasi dalam Perusahaan
-          Meningkatnya kekompleksan tugas manajemen
-          Keberadaan alat untuk memecahkan persoalan

Manajemen Informasi

Manajemen sebagai suatu sumber yang memepunyai pola yang sama.Manajer tanggung jawab untuk mengumpulkan data mentah dan memprosesnya menjadi informasi yang dapat digunakan.Ia harus memastikan bahwa orang yang ada dalam perusahaan akan menerima informasi dengan bentuk yang tepat,pada saat yang tepat pula,sehingga informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung proses manajemen.Semua aktivitas ini disebut manajemen informasi atau information management.

Kepentingan Manjemen Informasi

Minat terhadap manajemen informasi telah meningkat sejak tahun-tahun terakhir ini,yaitu tidak hanya dalam dunia bisnis,namun juga di semua bidang dimana sumber dikelola.Dua alas an utama mengenai hal ini adalah: karena meningkatkan kekompleksan tugas manajemen dan keinginan untuk menggunakan peralatan pemecahan masalah yang lebih baik.

·         Meningkatnya kekompleksan Tugas Manajemen
 Semua perusahaan yang termasuk dalam ekonomi internasional,teknologi bisnisnya akan menjadi lebih kompleks,kerangka waktu untuk menetapkan keputusan juga makin rumit dan terdapat pula tekanan baik dari pesaing dan masyarakat.
Meningkatnya kekompleksan teknologi.Kita dapat melihat contoh teknologi dalam bisnis setiap hari,yaitu barcode scanner yang ada pada supermarket,sistem reservasi pelabuhan udara yang menggunakan  computer.terdapat banyak pula teknologi di balik layar yang tidak dapat kita lihat,misalnya robot yang digunakan dalam pabrik dan penyimpanan data pembelian otomatisc serta peralatan pendukung
·         Keberadaan Alat untuk memecahkan masalah
Kesemuanya ini terpusat pada teknik kwantitatif dan peralatan elektronik seperti komputer.Istilah management science dikenal sebagai metode kwantitatif yang diterapkan dalam skala luas misalnya dalam bidang keuangan dan marketing.Dibeberapa perusahaan para manajer mempunyai mikrokomputer sendiri atau micros.Biasanya micros ini disambungkan ke computer sentral untuk  membentuk jaringan pemecahan masalah yang terpadu.


1.2. Peranan Manajer dalam Pengelolaan Manajemen Informasi

·         Keterampilan manajemen

Ada banyak keterampilan yang bisa disebutkan yang harus dipunyai oleh seorang manajer yang berhasil namun dua diantaranya yang dianggap paling dasar adalah komunikasi dan pemecahan masalah.Manajer pada semua tingkatan dan dalam semua area fungsional akan berkomunikasi dengan orang yang memberikan laporan kepadanya dengan manaer lain dan dengan orang diluar organisasi.Komputer dapat digunakan oleh para manajer untuk meningkatkan keterampilannya baik dalam berkomnikasi dan memecahkan masalah.

·         Manajer dan sistem
Orientasi sistem sering diasosiasikan dengan manajemen modern.Dalam melakukan orientasi semacam itu manajer harus melihat perusahaannya sebagia sebuah keterpaduan unti fungsional yang bekerja untuk mencapai tujuan bersama.Unit dipadukan oleh masuknya sumber,seperti materi dan informasi dan keberadaan tiap unit yang lain.

1.3. Data dan Informasi
Data adalah kumpulan fakta berupa angka,simbol-simbol,suara,karakter dan lain-lain.Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berarti dan berguna bagi pemakainya dalam mengambil keputusan saat ini dan saat mendatang.
1.4. Komputer Sebagai Elemen dalam Sistem Informasi

Ketika perusahaan memutuskan untuk menggunakan komputer dalam sistem informasinya maka proyek jangka panjang dimulai yang mempengaruhi keseluruhan organisasi maupun berbagai elemen lingkungannya.Spesialis informasi membantu manajer untuk menyusun konfigurasi yang tepat.

1.5. Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer

Usaha awal untuk menerapkan computer dalam area bisnis difokuskan pada data.Kemudian terdapat lagi penekanan pada informasi dan pembuat keputusan.

·         Fokus data (SIA / EDP)

SIA (Sistem Informasi Akutansi) melaksanakan akutansi perusahaan,aplikasi ini ditandai dengan pengolahan data yang tinggi.SIA melaksanakan 4 tugas dasar:
a.       Pengumpulan data
b.      Manipulasi data
c.       Penyimpanan data
d.      Penyiapan data

·         Fokus informasi (SIM)dasar

Definisi : Sistem berbasis computer yang menyiadakan informasi bagi pemakai dengan kebutuhan serupa(RaymondMcleod,JR) Elemen SIM : Hardware,Data base,model.Tujuan SIM adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam sub unit organisasional perusahaan.

·         Fokus pada pendukung keputusan (SPK)

Yaitu Sistem komputer  yang interaktif yang membantu pembuat keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data dan model untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur.

·         Fokus  pada komunikasi (Otomatisasi Kantor)

Otomatisasi kantor adalah semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang lain.Fungsi OA adalah untuk memudahkan segala jenis komunikasi baik lisan maupun tulisan dan menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan.

·         Fokus  konsultasi (Sistem Pakar)
Adalah program computer yang berfungsi yaitu member konsultasi kepada pemakai   mengenai cara pemecahan masalah.Komponen sisitem pakar :
a.      User interface
b.      Knowledge base
c.       Inference Engine
d.      Development Engine

1.6. Upaya Pencapaian Sistem Informasi Berbasis Komputer
·         Pencapaian CBIS
Dalam beberapa hal,tiap subsistem CBIS adalah seperti organism hidup,yaitu ia lahir,tumbuh dan matang,berfungsi dan akhirnya diamati.Proses ini disebut system life cycle(SCL) dan terdiri dari fase berikut ini :
a.       Perencanaan
b.      Analisis dan disain
c.       Implementasi
d.      Operasi dan Kontrol
Life cycle adalah subsistem CBIS khusus yang mungkin hanya mempunyai aktu beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun.DSS yang memproyeksikan gambaran agen dan perekrut untuk perusahaan asuransi jiwa telah digunakan sejak pertengahan tahun 1980-an.

Rabu, 06 Oktober 2010

tugas konsep berkas (RAID)


Penyimpan Data Redundan

RAID, singkatan dari Redundant Array of Independent Disks merujuk kepada sebuah teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan fitur toleransi kesalahan pada media penyimpanan komputer (utamanya adalah hard disk) dengan menggunakan cara redundansi (penumpukan) data, baik itu dengan menggunakan perangkat lunak, maupun unit perangkat keras RAID terpisah. Kata "RAID" juga memiliki beberapa singkatan Redundant Array of Inexpensive Disks, Redundant Array of Independent Drives, dan juga Redundant Array of Inexpensive Drives. Teknologi ini membagi atau mereplikasi data ke dalam beberapa hard disk terpisah. RAID didesain untuk meningkatkan keandalan data dan/atau meningkatkan kinerja I/O dari hard disk.
Sejak pertama kali diperkenalkan, RAID dibagi ke dalam beberapa skema, yang disebut dengan "RAID Level". Pada awalnya, ada lima buah RAID level yang pertama kali dikonsepkan, tetapi seiring dengan waktu, level-level tersebut berevolusi, yakni dengan menggabungkan beberapa level yang berbeda dan juga mengimplementasikan beberapa level proprietary yang tidak menjadi standar RAID.
RAID menggabungkan beberapa hard disk fisik ke dalam sebuah unit logis penyimpanan, dengan menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras khusus. Solusi perangkat keras umumnya didesain untuk mendukung penggunaan beberapa hard disk secara sekaligus, dan sistem operasi tidak perlu mengetahui bagaimana cara kerja skema RAID tersebut. Sementara itu, solusi perangkat lunak umumnya diimplementasikan di dalam level sistem operasi, dan tentu saja menjadikan beberapa hard disk menjadi sebuah kesatuan logis yang digunakan untuk melakukan penyimpanan.
Raid terdiri dapat dibagi menjadi enam level yang berbeda:
1.      Raid level 0. Menggunakan kumpulan disk dengan striping pada level blok, tanpa redundansi. jadi hanya melakukan striping blok data kedalam beberapadisk. kelebihan level ini antara lain akses beberapa blok bisa dilakukan secara paralel sehingga bis lebih cepat. kekurangan antara lain akses perblok sama saja seperti tidak ada peningkatan, kehandalan kurang karena tidak adanya pembekc-upan data dengan redundancy. Berdasarkan definisi RAID sebagai redudancy array maka level ini sebenarnya tidak termasuk kedalam kelompok RAID karena tidak menggunakan redundansy untuk peningkatan kinerjanya.
2.      RAID level 1. Merupakan disk mirroring, menduplikat data tanpa striping. Cara ini dapat meningkatkan kinerja disk, tapi jumlah disk yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat kelebihannya antara lain memiliki kehandalan (reliabilitas) yang baik karena memiliki back up untuk tiap disk dan perbaikan disk yang rusak dapat dengan cepat dilakukan karena ada mirrornya. Kekurangannya antara lain biaya yang menjadi sangat mahal karena membutuhkan disk 2 kali lipat dari yang biasanya.

3.      RAID level 2. Merupakan pengorganisasian dengan error correction code (ECC). Seperti pada memory dimana pendeteksian mengalami error mengunakan paritas bit. Sebagai contoh, misalnya misalnya setiap byte data, memiliki paritas bit yang bersesuaian yang mempresentasikan jumlah bit "1" didalm byte data tersebut dimana paritas bit = 0 jika bit genap atau paritas bit = 1 jika bit ganjil. Jadi, jika salah satu bit pada salah satu data berubah dan tidak sesuai dengan paritas bit yang tersimpan. Dengan demikian, apabila terjadi kegagalan pada salah satu disk, data dapat dibentuk kembali dengan membaca error correction bit pada disk lain. Kelebihannya antara lain kehandalan yang bagus karena dapat membentuk kembali data yang rusak dengan ECC tadi, dan jumlah bit redundancy yang diperlukan lebih sedikit jika dibandingkan dengan level 1 (mirroring). Kelemahannya antara lain prlu adanya perhitungan paritas bit, sehingga menulis atau perubahan data memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan yang tanpa menggunakan paritas bit, level ini memerlukan disk khusus untuk penerapannya yang harganya cukup mahal.
4.      RAID level 3. Merupakan pengorganisasian dengan paritas bit yang interleaved. Pengorganisasian ini hamper sama dengan RAID level 2, perbedaanya adalah pada level 3 ini hanya memerlukan sebuah disk redudan, berapapun kumpulan disknya, hal ini dapt dilakukan karena disk controller dapat memeriksa apakah sebuah sector itu dibaca dengan benar atau tidak (mengalami kerusakan atau tidak). Jadi tidak menggunakan ECC, melainkan hanya membutuhakan sebuah bit paritas untuk sekumpulan bit yang mempuntai sekumpulan bit yang mempunyai posisi yang sama pada setiap dis yang berisi data. Selain itu juga menggunakan data striping dan mengakses disk-disk secara parallel. Kelebihannya antara lain kehandalan (rehabilitas) bagus, akses data lebih cepat karena pembacaan tiap bit dilakukan pada beberapa disk (parlel), hanya butuh 1 disk redudan yang tentunya lebih menguntungkan dengan level 1 dan 2. kelemahannya antara lain perlu adanya perhitungan dan penulisan parity bit akibatnya performannya lebih rendah dibandingkan yang menggunakan paritas.
5.      RAID level 4. Merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved, yaitu mengunakan striping data pada level blok, menyimpan sebuah parits blok pada sebuah disk yang terpisah untuk setiap blok data pada disk-disk lain yang bersesuaian. Jka sebuah disk gagal. Blok paritas tersebut dapat digunakan untuk membentuk kembali blok-blok data pada disk yang bisa lebih cepat karena bisa parlel dan kehandalannya juga bagus karena adanya paritas blok. Kelemahannya antara lain akses perblok seperti biasa penggunaan 1 disk., bahkan untuk penulisan ke 1 blok memerlukan 4 pengaksesan untuk membaca ke disk data yag bersangkutan dan paritas disk, dan 2 lagi untuk penulisan ke 2 disk itu pula (read-modify-read)




6.      RAID level 5. Merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved terbesar. Data dan paritas disebr pada semua disk termasuk sebuah disk tambahan. Pada setiap blok, salah satu dari disk menyimpan paritas dan disk yang lainnya menyimpan data. Sebagai contoh, jika terdapt kumpulan dari 5 disk, paritas paritas blok ke n akan disimpan pada disk (n mod 5) +1, blok ke n dari 4 disk yang lain menyimpan data yang sebenarnya dari blok tersebut. Sebuah paritas blok tidak disimpan pada disk yang sama dengan lok-blok data yang bersangkutan, karena kegagalan disk tersebut akan menyebabkan data hilang bersama dengan paritasnya dan data tersebut tidak dapat diperbaiki. Kelebihannya antara lain seperti pada level 4 ditambah lagi dengan pentebaran paritas seoerti ini dapat menghindari penggunaan berlebihan dari sebuah paritas bit seperti pada RAID level 4. kelemahannya antara lain perlunya mekanisme tambahan untuk penghitungan lokasi dari paritas sehingga akan mempengaruhi kecepatan dalam pembacaan blok maupun penulisannya.
7.      RAID level 6. Disebut juga redudansi P+Q, seperti RAID level 5, tetapi menyimpan informasi redudan tambahan untuk mengantisipasi kegagalan dari beberapa disk sekaligus. RAID level 6 melakukan dua perhitungan paritas yang berbeda, kemudian disimpan di dalam blok-blok yang terpisah pada disk-disk yang berbeda. Jadi. Jika disk data yang digunakan sebanyak n buah disk, maka jumlah disk yang dibutuhkan pada RAID level 6 ini adalah n+2 disk. Keuntungan dari RAID level 6 ini adalah kehandalan data yang sangat tinggi, karena untuk menyebabkan data hilang, kegagalan harus terjadi pada tiga buah disk dalam interval rata-rata data mean time to repair (MTTR). Kerugiannya yaitu penalty waktu pada saat penulisan data, karena setiap penulisan yang dilakukan akan mempengaruhi dua buah paritas blok.
8.      Raid level 0+1 dan 1+0. Ini merupakan kombinasi dari RAID level 0 dan RAID level 1. RAID level 0 memiliki kinerja yang baik., sedangkan RAID level 1 memiliki kehandalan. Namun, dalam kenyataannya kedua hal ini sama pentingnya. Dalam RAID 0+1, sekumpulan disk di strip, kemudian strip tersebut di-mirror ke disk-disk yang lain, menghasilkan strip-strip data yang sama. Kombinasi lainnya adalah RAID 1+0, dimana disk-disk mirror secara berpasangan, dan kemudian hasil pasangan mirror-nya di-stri. RAID 1+0 ini mempunyai keuntungan lebih dibandingkan dengan RAID 0+1. sebagai contoh, jika sebuah disk gagal pada RAID 0+1, seluruh disknya tidak dapat di akses, sedangkan pada RAID 1+0, disk yang gagal tersebut tidak dapat diakses tetapi pasangan stripnya yang lain masih bisa, dan pasangan mirror-nya masih dapat diakses untuk menggantikannya sehingga disk-disk lain selain yang rusak masih bisa digunakan. 

Gambar 20.4. (a) RAID 0: non-redundant striping

Gambar 20.5. (b) RAID 1: mirrored disk


Gambar 20.6. (c) RAID 2: memory-style error-correcting codes




Gambar 20.7. (d) RAID 3: bit-interleavedparity




Gambar 20.8. (e) RAID 4: block-interleaved parity







Gambar 20.9. (f) RAID 5: block-interleaved distributed parity



Gambar 20.10. (g) RAID 6: P+Q redundancy